Kejar Target 93 Ribu Ton, Bulog Surakarta Gencar Serap Gabah Petani di Puncak Panen

Foto : Dokumentasi

SOLO, SUARASOLO.id – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta tancap gas melakukan aksi jemput bola untuk menyerap hasil panen petani di seluruh wilayah Solo Raya. Langkah ini diambil guna memenuhi target ambisius tahun 2026 sebesar 93.750 ton setara beras.

Hingga akhir Maret 2026, realisasi penyerapan tercatat sudah menyentuh angka 29.523 ton atau sekitar 31,5% dari target tahunan.

Pemimpin Kantor Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengungkapkan bahwa tren penyerapan terus meningkat seiring dengan meratanya musim panen di tujuh kabupaten/kota, yakni Solo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Sragen.

Nanang Harianto mengecek penyerapan gabah beras yang dikelola para petani, beberapa hari lalu. (foto dokumentasi)

“Kami melakukan penyerapan langsung ke petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta bersinergi dengan penggilingan lokal. Harga beli yang kami tetapkan sesuai regulasi pemerintah, yaitu Rp 6.500/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP),” ujar Nanang, Minggu (29/3).

Harga tersebut, lanjutnya, merupakan terbaik saat ini karena dapat mencukupi biaya operasional yang sudah dikeluarkan oleh petani. Bahkan dengan hadirnya Bulog, harga tersebut menjadi patokan minimum sehingga petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik lagi.

Pencapaian penyerapan ini tentu hasil kerja sama yang baik antara Bulog bersama Pemda, Babinsa dan Satuan Kerja PPL.

Stok beras di Gudang Penyimpanan Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta. (foto dokumentasi)

Lebih lanjut Nanang menjelaskan bahwa stok yang dikuasi Bulog Surakarta saat ini 76.000 ton setara beras dengan tempat penyimpanan 9 gudang induk Bulog dan 10 gudang sewa.

Seiring dengan penyerapan yang masih berjalan stok ini akan terus bertambah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi saat ini karena stok di Solo Raya lebih dari cukup.

“Pemerintah juga memberikan kepercayaan kepada Bulog selain menjaga harga jual di petani tetapi juga menjaga harga beras di tingkat Konsumen melalui beras SPHP dengan target penyaluran tahun 2026 sejumlah 19.663 ton dan Bantuan Pangan Februari Maret dengan jumlah 17.472 ton,” papar Nanang Harianto, Minggu (29/3).

VA PAULO /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *